Rasaku Untukmu

Minggu depan  ternyata harinya..
Hahhhh Ra sendiri bingung apa yang harus dilakukannya. Jujur sejak kejadian tahun kemarin rasa memiliki yang dulu begitu besar sekarang seakan tiada arti. Bukankah memaafkan bagian dari persahabatan, namun itu tak dirasakan Ra saat itu. Ra seperti narapidana, yang tak ada ampun baginya. Ingin rasanya Ra berteriak di depan Ri “AKU BUKAN DEWA YANG BISA MENGINGAT TANGGAL LAHIR KALIAN SEMUA DENGAN TEPAT”. Ra tahun lalu salah mengingat ulangtahun Ri, tahun ini Ra ingat tapi Ra tak ingin jadi yang pertama atau yang terakhir. Toh, Ra bukan orang yang spesial lagi dimatanya. Ra tak pernah ada artinya.  Menurut Ri, masihkah Ra bersalah? Ra berharap ada rangkulan ikhlas yang berisi kata maaf untuknya.
Beberapa hari yang lalu Ra senang menerima telepon dari Ri sebab mereka sudah sangat lama tidak saling telepon. Namun seiring dengan percakapan mereka, rasa senang itu benar-benar hilang. Ri dengan santainya bilang “alah gampangnya itu” terkait tugas-tugas kuliah Ra. Ra benar-benar tak habis pikir mengapa Ri selalu berpikiran seperti itu. Kalau dulu Ra akan menyangkal dengan menceritakan bla bla bla bla, namun sekarang Ra rasa ini tiada guna. Toh Ra sudah pernah menjelaskan, walau kata-kata Ra tak berarti. Lagi-lagi ingin rasanya Ra berteriak supaya Ra mau mendengarnya “KITA KULIAH DI JALUR YANG BEDA, MANA BISA SEENAKNYA DIBANDINGKAN”. Yahhh, Ra kecewa mengapa harus mengatakan “kuliah aku lebih sulit” hanya karena kuliah Ri harus ada praktikum dan Ra tidak. Bukankah itu terlalu sempit? Oke fine, kalau menurut Ri kuliah Ra gampang, pantaskah seorang teman mengatakan itu? Ri sadar, saat Ri sebut masalah itu, Ra merasa dikucilkan dan itu benar-benar sadis. Kalau memang bisa ingin rasanya Ra membuat Ri merasakan apa yang orang-orang dijurusan Ra rasakan.
Dulu Ra berharap akan terus ada kata “rindu” diantara Ra dan Ri. Namun sekarang Ra seolah tak merasakan hal itu. Dan Ra melihat Ri juga begitu. Sedih? Pasti. Bagaimana bisa orang yang dulu sedekat jari telunjuk dan jari tengah kini jauh, sejauh kelingking kanan dan kelingking kiri.    
Sekarang, Ri mungkin sangat bahagia dengan rutinitas baru yang benar-benar tiada Ra di dalamnya. Tak masalah buat Ra, Ra tak pernah bermimpi akan terus berada di dekat orang yang tidak bahagia bersamanya. Kehidupan terus berjalan Ri, teruslah berjalan dengan kekuatan kaki dan hatimu.

Cerita hati yang sejak lama ingin disampaikan
Happy Birthday Ri

J

This entry was posted in

Leave a Reply

    This Is About Me

    Hi, Aku Pida Kesempurnaan adalah satu konsep yang tidak ada tolak ukurnya. Gak guna berusaha menjadi sempurna, berusahalah mengenali dirimu untuk kemudian melakukan apapun yang diinginkannya. You are perfect when you be you