WIRO SABLENG
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Ketika perempuan tua pengurus jenazah memberitahu bahwa kain kafan siap untuk ditutupkan, Sri Surti Purwani meraung keras dan menubruk jenazah puterinya. Dipeluknya kuat-kuat seperti tak akan dilepaskan apapun yang terjadi.
Orang-orang perempuan yang ada di ruangan besar itu tak dapat menahan keharuan dan ikut mengucurkan air mata. Seorang lelaki bertubuh kurus, mengenakan blangkon coklat berbunga hitam dan baju lurik hitam bergaris kuning coklat, menyeruak di antara mereka yang hadir lalu memegang bahu Surti Purwani, berusaha menariknya seraya mengucapkan kata-kata membujuk.
"Sudah bune. Cukup..... Relakan anak kita pergi. Biar arwahnya tenang di alam baka..."
Setelah membujuk berulang kali dan menarik tubuh permpuan itu dengan susah payah, akhirnya lelaki tadi—Sumo Kabelan, suami Surti Purwani berhasil menjauhkan istrinya dari jenazah. Namun begitu terpisah perempuan ini langsung pingsan hingga terpaksa digotong ke kamar.
Sumo Kabelan Mengusap mukanya
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Dunia Psikologi
-
▼
2015
(102)
-
▼
Desember
(14)
- Managing Performance: Becik Ketitik, Ala Ketara (L...
- Kekuatan dari Minat
- Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban
- Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian Diri
- Sukses Dengan rekomendasi
- Kebahagiaan Dalam Memberi
- Memahami Jenis Dan Fungsi Filter Mental
- Menabur Benih
- Membeli Kebahagiaan
- Respons Pembeda
- Hari Kartini
- Membeli Kebahagiaan
- Menulis Bikin Cantik
- Tulisan yang Menggugah
-
▼
Desember
(14)



