Cerpen (Pemula)






KAIN KAFAN DI SINGAPURA





 

“ Zeeeee!!!!!!!”  teriak Vero sambil berlari ke arah Zeze.
“Wo wo woww, kenapa, kenapaa ini??” Zeze terkejut melihat Vero yang hampir jatuh di hadapannya.
“ Hehe, maaf sebelumnya aku enggak bilang sama kamu.” ucap Vero sembari mengatur nafas.
“  Aduhh, kamu ini ya, buat aku bingung. Kenapa minta maaf?”
“ Begini, kemarin aku melakukan sesuatu. Aku enggak kasih tahu kamu supaya jadi  1suprise, dan aku harap kamu senang dengan suprise ini.” Panjang lebar Vero menjelaskan namun masih 2ngambang.
“ Iya nonn, tapi dari tadi kamu belum kasih tahu suprise apa yang kamu maksud. Kamu belikan aku mobil? Oh aku tahu, kamu belikan aku intan mutiara berlian yaa??? hehehe.”
“ Aduh non,3 na dao ma i ..”
Bahasa aliennya jangan dikeluarin dong” potong Zeze.
***
Walau sudah dua tahun di jakarta Vero memang masih tak melupakan bahasa daerahnya. Vero cewek cantik berambut panjang berbadan semampai, 4boru manurung ini sekarang duduk di kelas 2 di SMA Tanah Kita. Dari kelas satu Vero telah berteman akrab dengan Zeze. Zeze memang asli anak jakarta. Selama dua tahun persahabatan mereka, di antara Vero dan Zeze tak ada lagi rahasia. Orang tua Vero selalu meminta Zeze untuk membimbing Vero di kota besar ini. Di jakarta Zeze tinggal sendiri di apartemen yang mewah, papa mama Zeze dua tahun yang lalu kembali ke singapura. Papa mama Zeze asli orang singapura. Namun, Zeze sendiri dari kecil sudah tinggal di jakarta dan Zeze kurang menyukai singapura. Itu sebabnya saat diajak pindah ke singapura Zeze menolak. Susah payah Zeze meminta ke mama papanya untuk tetap bersekolah di jakarta.


1
kejutan,  2tak jelas, 3kejauhan, 4panggilan anak perempuan pada suku batak.

Akhirnya permintaan Zeze di terima dengan syarat Zeze seminggu sekali harus ke singapura supaya mama papanya tidak terlalu rindu. Di jakarta Zeze tak memiliki siapa-siapa lagi. Itu sebabnya Zeze begitu akrab dengan keluarga Vero. Dan Zeze selalu bilang “ aku hanya punya kamu “ pada Vero. Vero juga sudah berulang kali ke singapura.
“ Kalau tidak karena kamu mungkin sampai sekarang aku belum tahu betapa indahnya singapura ini” ucap Vero saat pertama kali ke singapura.  Zeze dan Vero sering di ajak mama papa Zeze untuk keliling singapura saat mereka di sana.
“ Enak banget ya kalau di jakarta enggak macet seperti di sini” ucap Vero saat mereka hendak menuju pusatnya negara singapura.
“  Enak banget dong, kita enggak mesti bangun jam 06.00 wib pagi lagi.” Tambah Zeze.
“  Di singapura tidak seperti di indonesia yang dalam satu keluarga bisa seluruh anggota keluarganya memiliki mobil.” Papa Zeze menjelaskan.

Jika di sekolah Zeze dan Vero tak bisa terpisah ibarat HP dengan baterainya. Mereka selalu berdua kemanapun. Sampai-sampai mereka pernah di gosipkan lesbi oleh teman-temannya, karena kedekatan mereka kebetulan Zeze dan Vero tidak memiliki pacar. Mereka hanya tertawa mendengar berita itu. Sebelumnya Zeze pernah punya pacar namun saat pacaran itu Zeze merasa Vero menjauhinya. Secepat mungkin Zeze memutuskan pacarnya. “ lebih baik kehilangan dia dari pada kehilangan kamu” ucapnya pada Vero saat itu. Dan mulai saat itu mereka berdua selalu cuek sama makhluk yang disebut cowok itu.
***
“ Nanti malam kamu harus dataang yaaa!!”  Vero tersenyum lebar pertanda bahagianya dia dan langsung berlalu, hari ini mereka pulang masing-masing.
Zeze meneteskan air mata saat tiba di rumah dan membaca amplop yang di berikan Vero tadi  saat di sekolah. Amplop itu undangan untuk menghadiri 5show perdana Zeze sebagai model.


5pertunjuk


Bukannya aku tak mendukungmu, tapi kau tahukan kehidupan model itu seperti apa? Kau akan sibuk dengan kegiatanmu yang akhirnya akan menghancurkan kebersamaan kita. aku hanya punya kau di sini, apa jadinya bila kau sudah tak di sampingku lagi? Siapa lagi tempat aku berbagi? Dulu, Untuk membayangkannya saja aku tak berani, tapi sekarang kau akan mewujudkannya. Aku tak tahu bagaimana membuat kau tahu perasaanku. Tapi yang jelas aku sudah memutuskan untuk tidak akan menghadiri acara itu....
 
“ Maafkan aku ya, aku tak akan datang di acara yang akan mengawali kehancuran kita.” Gumam Zeze.  Ini sebabnya Zeze selalu terdiam saat Vero bilang ingin menjadi model. Dalam hati Zeze sebenarnya tidak setuju bila Vero benar-benar menjadi model. Karena Zeze berpikir kalau sudah menjadi model Vero akan benar-benar sibuk dan akan meninggalkannya. Zeze langsung meraih laptopnya dan siap untuk menuliskan curahan hatinya lewat 6diary yang ada di laptop.










Zeze tak mampu melanjutkan kata-katanya, ia merasakan sesuatu yang sangat perih yang sedang menghampiri dirinya. Merasa bersalah, sangat egois namun Zeze memang benar-benar tak berani untuk melihat show itu. Ia yakin bahwa dirinya tak akan datang namun, Ia tak sanggup bahkan sangat tak sanggup walau hanya sekedar membayangkan raut kekecewaan Vero saat menyadari bahwa dirinya tak muncul di show terpentingnya.
“ Bagaimana ini Momo?? “ ucap Zeze pada boneka kesayangannya sambil terus menangis dan  memeluk Momo. Zeze berharap dapat memeluk Vero saat ini sebagai ungkapan maafnya, jika memang perlu Zeze rela untuk mencium tangan atau bahkan mencium kaki Vero bak anak durhaka yang sedang menyadari kesalahannya. Zeze benar-benar tak bisa menghadiri show itu. Air matanya semakin deras mengalir saat membayangkan senyum lebarnya tadi. zeze tak pernah menyangka bahwa dia akan membuat senyum sahabatnya sendiri lenyap.  “ Vero, maafkan aku, Vero, aku tak siap, Vero, maafkan aku, Vero jangan benci aku, Vero, Vero dan Vero sajalah yang ada dalam benaknya. ” tiba-tiba BB Zeze berbunyi ternyata dari Vero.

aku tunggu ya, tiada ksan tanpa khdiranmu :) 


Zeze langsung menutup laptopnya, tak ada minat lagi untuk menulis. Zeze naik ke tempat tidur walau ia tahu bahwa dia tak akan bisa tidur.

6catatan harian

“ Zeze mana ya ma?” Vero mulai mencari Zeze yang belum muncul juga.
“ Mungkin masih di jalan, kita tunggu aja” mama menenangkan Vero.

Sementara di apartementnya, Zeze bingung bagaimana menjelaskan kepada Vero kenapa dia tidak hadir. Akhirnya Zeze memutuskan untuk BBM Vero dan bilang kalau dia lagi tak enak badan. Sehingga tak bisa datang.

Di tempatnya Vero sangat kecewa mengetahui hal itu. Sempat Vero tidak mau tampil, namun mamanya berhasil membujuk dan akhirnya ia pun tampil dengan perasaan yang campur aduk. Saat tampil Vero melambaikan tangan dan tersenyum manis ke sudut ruangan, Vero membayangkan bahwa saat itu ia lagi tersenyum ke arah Zeze. “ Andai kau benar-benar ada di sudut itu Ze, senyum ini untukmu. Tampilanku ini untukmu. Bahagiaku tak akan lengkap tanpa kehadiranmu. Tuhan, tolong sampaikan rasaku untuk Zeze” batin Vero sambil terus melambaikan tangannya dengan mata yang mulai tampak berair. Beruntung penampilannya sebentar lagi selesai. Setelah semua rute dilewatinya, Vero menangis tersedu-sedu di pundak mamanya. Mamanya yang tahu apa yang sedang dirasakan anaknya memberikan pelukan hangatnya berharap anaknya merasa lebih baik.

Keesokan harinya di sekolah Zeze merasa Vero menghindar, namun ternyata Vero juga merasakan hal yang sama, ia merasa Zeze menghindar. Hari ini terlewati dengan hanya curi pandang di antara keduanya. Tak ada tawa, tak ada makan bersama, bahkan sekedar 7say hello pun tak ada.

Seminggu sudah kegiatan hanya curi pandang ini berlangsung. Tak satupun dari mereka yang memulai untuk menghentikan peristiwa yang sebenarnya sangat membebani mereka ini. Ujian kenaikan kelas tinggal dua hari lagi. Namun mereka tetap begitu. setelah ujian Zeze bertekad akan mencetak diary yang ia buat selama ini.

Ujian telah selesai. Zeze memberikan amplop kepada Vero saat bel sekolah telah berbunyi.
“  Zeee, ...”
Belum lagi sempat Vero menyelesaikan kata-katanya Zeze sudah pergi.
“ Maaf” batin Zeze.

7mengatakan

Sesampainya di rumah Vero langsung membuka amplop. Vero membaca satu persatu tulisan Zeze sambil menangis. Kini dia tahu penyebab ketidakdatangan Zeze bukanlah karna sakit melainkan karena tak ingin menyaksikan show yang akan mengawali kehancuran itu. Vero sangat menyesal tak peka saat Zeze terdiam bila dia bercerita tentang keinginannya menjadi model, jika saja dia tahu dia tak akan memulai kompetisi model itu.

Kini tak mungkin Vero mundur karena sekarang dia telah terikat kontrak. Yang lebih mengejutkan Vero lagi di akhir tulisan Zeze bilang kalau setelah kenaikan kelas dia akan pindah ke singapura. Saat membaca itu Vero langsung menyambar kunci mobilnya dan segera meluncur ke apartement Zeze.

“ Veroo...” Zeze terkejut melihat kedatangannya.
“ Aku mohon jangan pindah, siapa yang menjaga aku nanti? Aku minta maaf karena ketidaksadaranku selama ini tapi aku benar-benar minta tolong, jaa ngaa n pinn dahh” Vero terbata-bata karena tak kuat.
“ Aku juga minta maaf karena aku harus pindah. Impian kamu sudah tercapai, tapi jangan melewati jalur ya. Kepindahanku sudah di urus papa dan.. aku..”
” Aku berangkat malam ini.” Zeze mencoba untuk kuat.
“ Apaa?? Malam ini?  Kenapa baru bilang sekarang zee? Aku harus apa sekarang?? Kau tahukan, kalau aku selalu bergantung padamu, sekarang aku harus apaa? Apa aku mintaa..”
“ Hey, kau tak perlu ikut aku. Aku tak menyangka kau akan seperti ini, aku kira kau telah menikmati kehidupanmu yang sekarang.”
“  Ya sudah, Zeze pindah saja sekarang, namun harus sering-sering main ke Indonesia, tahun depan Vero akan ikut Zeze di singapura. Kalian bisa kuliah bareng kan?”
“ Mamaaa!!”
“ Tantee!!”
“ Yaa, tadi mama ikuti kamu, mama takut karena mama lihat tadi kamu buru-buru banget. Gimana saran mama?”
“ Aku rasa saran tante keren tu, iya kan ver?”
“ Iya sih, tapi...”
“ Aduuhh, kamu lebay deh. Aku kan enggak mau pulang ke pangkuan Tuhan, nanti kita jumpa lagi kok”
Malam ini Vero dan orang tuanya mengantarkan Zeze ke bandara. Tak dapat dihindari keduanya menangis tersedu-sedu. Zeze dan Vero tak ada bicara, hanya tatapan mata yang mereka yang mengisyaratkan bahwa keduanya sebenarnya tak menginginkan ini.

“  Sampai ketemu di singapura ya, sering-sering BBM aku ya” kata terakhir dari Zeze.
 Betapa semua berada di luar konsep. Pagi ini mama Vero mendapat telepon dari mama Zeze.
“  Mobil mereka ditabrak truk, papanya sekarang masih di ICU sedangkan Zeze sekarang telah tiada ”.

Dengan susah payah akhirnya mama Vero berhasil mengungkapkan kenyataan yang baru saja terjadi. Saat itu juga mereka berangkat ke singapura. Vero tak dapat lagi berjalan sendiri, Papa yang memapah Vero, Papa terus mengusap kepalanya mencoba memberikan kekuatan kepada putri semata wayangnya. Sesampainya di singapura Vero hanya bisa menatap kain putih penutup Zeze. Bau kapur barus dari jasad Zeze menambah kehancuran hati Vero. Karena sekarang dia benar-benar sadar bahwa tak akan ada lagi Zeze di sampingnya.

Kita memang bertemu tapi hanya aku yang melihatmu, siapa nanti yang akan membalas BBM aku? Kamu bohong Ze, tapi aku maafkan deh. Bahkan aku belum sempat minta maaf untuk yang terakhir kalinya padamu. Maafkan semua salahku ya Ze.  Kamu yang damai ya di alam sana. Tunggu aku, suatu saat aku pasti akan menyusulmu. Aku janji akan menjaga diriku di sini. Aku sangat berharap kamu sering hadir dalam mimpiku. Selamat jalan Zezeku tersayang. Tuhan, tolong beri surga untuk Zezeku.



This entry was posted in

Leave a Reply

    This Is About Me

    Hi, Aku Pida Kesempurnaan adalah satu konsep yang tidak ada tolak ukurnya. Gak guna berusaha menjadi sempurna, berusahalah mengenali dirimu untuk kemudian melakukan apapun yang diinginkannya. You are perfect when you be you