Study Kasus Operant
Conditioning
Saat saya duduk di bangku kelas 1 SMP, saya mulai merasa perhatian orang tua saya berkurang terhadap saya. Saat itu, di sekolah saya sangat senang karena nilai raport saya bagus hingga saya menjadi peringkat pertama di kelas. Di perjalanan saya berharap mendapatkan sesuatu dari orang tua saya. Begitu saya sampai di rumah saya langsung memberitahu orang tua saya dengan begitu semangatnya, namun ternyata orang tua saya merespon dengan sikap yang biasa saja, hanya senyum. Berhubung di tahap ini saya sangat labil jadi saya merasa kurang jika hanya senyuman. Mulai saat itu saya malas belajar dan bertekad tidak akan belajar saat ujian supaya peringkat saya turun. Akhirnya saat semester II peringkat saya turun. Saya menjadi peringkat II. Saat tiba di rumah dan orang tua saya tahu, mereka marah, ibu saya akhirnya mengurangi waktu bermain saya dengan teman-teman saya. Awalnya saya ingin berontak dan mencuri-curi waktu untuk bermain saat ibu saya tidak ada dan saat ketahuan Ibu saya tak bosan-bosannya memberi pengertian kepada saya kenapa saya diperlakukan seperti ini. Hingga akhirnya saya paham, bahwa ini sebenarnya untuk saya. Hingga saya menjadi lebih menerima keadaan dan mulai mau belajar lagi. Dan hasil ujian saya di kelas II naik, saya mendapat peringkat I lagi. Dan saat orang tua saya tahu, mereka tersenyum. Dan saat itu saya merasa senang. Senang karena orang tua saya tersenyum karena saya. Dan selanjutnya saya semakin giat belajar dengan anggapan semakin bagus nilai saya, maka orang tua saya akan semakin tersenyum lebar. Dan itu akhirnya terjadi.
Dalam kasus di atas ada beberapa hal yang
berperan, yaitu:
1.
Operant
conditioning : Saya memahami bahwa senyum orang tua saya adalah bentuk
kebahagiaan dan kebanggaan mereka sehingga saya terus belajar dengan giat
supaya orang tua saya senantiasa tersenyum.
2.
Positifve
reinforcement : seyuman dari orang tua
3.
Negative
reinforcement : pengurangan waktu bermain
4.
Avoidance
Conditioning : ketika saya tidak belajar dan nilai saya turun orang tua saya
marah hingga saya akhirnya giat belajar.
5. Secondary Reinforcement : ketika saya rajin belajar saya akan
mendapatkat peringkat yang bagus di kelas dan orang tua saya akan tersenyum.



