Study Kasus
Modelling
Menurut Bandura sebagian besar dari perilaku
manusia dipelajari melalui proses peniruan (modeling).Baiklah saya akan mengemukakan
contoh kasus Proses modeling yang terjadi pada diri saya. Saya
akan identifikasikan menurut jenis-jenis modeling.
1. Peniruan Langsung
Sewaktu Sekolah Dasar saya les mengaji.Guru
saya sangat pandai mengaji, baik itu murottal maupun melagukannya. Setiap harinya guru saya membacakan sebuah ayat untuk
kemudian saya ulang. Proses ini disebut peniruan langsung.
2. Peniruan Tak Langsung
Saya sangat suka mengamati perilaku
teman-teman saya. Awalnya saya adalah orang yang sangat sensitif pada orang
yang melakukan sesuatu yang kurang menyenangkan menurut saya, dan pastinya
sensitif itu membawa saya pada ketidaknyamanan. Saya memiliki seorang teman
yang supel. Setelah saya perhatikan, yang membuat dia mudah bergaul adalah
sifatnya yang acuh pada kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan orang-orang
sekitarnya. Mulai saat itu saya mulai meniru yang dilakukan teman saya. Tanpa
dia sadari, dia telah memberikan contoh yang sangat berguna bagi saya. Sehingga
saya tidak lagi mempersoalkan masalah-masalah kecil.
3. Peniruan Gabungan
Untuk peniruan gabungan ini saya ambil dari
cerita pada peniruan langsung di atas. Saat guru saya telah mencontohkan
bacaan-bacaan Al Quran, saya tidak langsung dapat memahami tajwid-tajwid yang
dikatakan oleh guru saya tersebut dan untuk itu, saya membaca buku tajwid
sehingga pengaplikasian saya lebih baik.
4. Peniruan Sesaat
Saya suka melihat cara-cara menggunakan tusuk
konde pada rambut. Setelah saya lihat, biasanya saya akan mengaplikasikannya.
Namun, hal itu tidak dapat saya aplikasikan secara berkelanjutan, karena saya
wanita muslimah yang apabila keluar dari rumah harus menggunakan jilbab.
5. Peniruan Berkelanjutan
Sewaktu saya Sekolah Menengah Atas, saya
melihat guru-guru saya sangat anggun dengan rok mereka. Mulai saat itu saya
lebih suka menggunakan rok dari pada celana. Dan ini terjadi sampai sekarang.



