Gender

Asal Mula Perbedaan Gender



Mengapa perempuan dan laki-laki berbeda seperti yang telah di jelaskan sebelumnya? Para peneliti saat ini berpegang pada dua teori yang sangat berbeda. Satu pandangan menyatakan bahwa perbedaan biologis yang diwariskan antara perempuan dan laki-laki telah berevolusi selama ribuan tahun. Teori lain mengatakan bahwa perbedaan gender merupakan hasil dari pengalaman belajar sosial dalam struktur otak.

Perbedaan Seks Pada Otak
Penelitian membuktikan bahwa struktur otak laki-laki dan perempuan memang berbeda dalam banyak hal disamping perbedaan gender dalam otak yang berhubungan dengan reproduksi (Schulkin, 1999).  Selain itu penelitian pada manusia dan hewan, bukan manusia menunjukkan bahwa perbedaan tingkat esterogen, testosteron dan hormon seks lainnya selama masa kehamilan merupakan peranan yang sangat penting untuk penciptaan gender dalam otak yang jelas selama masa dewasa ( Domanich, 2003; Halpem,2004; Wisniewski, 1998). Rata-rata, serebral korteks laki-laki sekitar 10 persen lebih besar dari perempuan untuk anak usia akhir dewasa ( Collaer & Hines, 1995; Giedd &others, 1997; Hopkin, 1995; Reiss & others, 1996). Perbedaan ini disebabkan volume oleh myelinated axons pada pria lebih banyak. Selama masa kanak-kanak belahan otak kanan sedikit lebih besar dari belahan otak kiri pada laki-laki dan perempuan, tetapi saat dewasa belahan otak kanan laki-laki relatif lebih besar dari pada perempuan. Hal ini menarik karena sebagian besar spatial abilities  dimediasi oleh otak kanan. Jadi ukurannya relatif lebih besar pada belahan kanan pria sehingga konsisten dengan spatial abilities mereka.
Selain itu, ada perbedaan gender dalam corpus callosum. Terdapat 200 juta neuron yang menghubungkan dua belahan otak selama masa kanak-kanak, ketika dewasa, corpus callosum perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Ada juga perbedaan gender di daerah subkortikal otak. Amigdala berkembang lebih cepat pada laki-laki dan lebih besar pada laki-laki dewasa. Sebaliknya, sedangkan Hippocampus berkembang lebih cepat pada anak perempuan dan lebih besar pada perempuan dewasa. Amigdala dan hipokampus berperan dalam memori dan emosi, amigdala lebih terkait dengan ekspresi agresi, sedangkan hippocampus berperan pada memori.
Di satu sisi  perbedaan gender dalam otak bisa disebabkan perilaku dan pengalaman. Struktur otak tidak tetap, tetapi elastis dan dapat berubah sepanjang waktu. Dan variasi dalam pengalaman dapat membuat perubahan dalam otonomi otak dan fisiologi.

Evolusi Psikologi dan Perbedaan Gender
Charles berpendapat bahwa laki-laki dan perempuan di banyak spesies berbeda dalm penampilan fisik dan perilaku karena tekanan evolusioner masa lalu pada jenis kelamin yang berbeda. Kekuatan alam yang menentukan bahwa beberapa gen akan bertahan  sedangkankan gen lain akan binasa. Berdasarkan teori evolusi perbedaan gender, perbedaan gender muncul dari gen. Hipotesis utama teori evolusioner, perbedaan gender disebabkan karena laki-laki dan perempuan memiliki tekanan evolusi yang berbeda.
Menurut teori ini ada beberapa implikasi yang menyebabkan perbedaan gender, yaitu :
1.    Evolutionary pressures associated with hunting
Teori evolusi percaya bahwa laki-laki lebih berani, tidak mengenal takut, bisa melempar senjata secara akurat dan lebih mungkin untuk bertahan hidup serta bereproduksi. Berburu menjadi tugas laki-laki, karena perempuan hamil dan melahirkan, berburu membutuhkan spatial ability  yang baik, Dan pada masa modern spatial ability dihubungkan dengan kemampuan matematika. Sehingga laki-laki memiliki kemampuan matematika yang lebih kuat dari pada perempuan.
2.    Evolutionary selection of dominance and aggression
Di zaman dahulu laki-laki cenderung lebih mencari perempuan-perempuan yang lebih subur.  Salah satu faktornya untuk menjadi lebih kuat, lebih dominan, dan lebih agresif dari laki-laki lain saat berburu. Sebaliknya pada masa sekarang tekanan tersebut tidak menjadi pilihan karena dominasi dan aggresif pada perempuan tidak diwariskan kepada gen-gen selanjutnya.
3.    Evolutionary pressures created by child care
Perawatan anak-anak lebih dominan menjadi urusan perempuan sejak zaman leluhur. Teori evolusi menyatakan bahwa perempuan berperan dalam merawat dan memelihara bayi, menyusui ( dimana hanya perempuan yang dapat melakukan tugas ini) untuk menyehatkan bayi dan melindungi bayi mereka dari ancaman ancaman predator. Hal ini jugalah yang menjadi faktor wanita menjadi lebih ramah, kooperatif, verbal dan kurang agresif dibandingkan laki-laki.
4.    Evolutionary pressures created by gender differences in parental investment.
Perempuan selalu tahu ia adalah ibu dari anak-anak yang dia lahirkan, sedangkan laki-laki tidak bisa memastikan bahwa dia adalah ayah dari anak-anaknya, karena perempuan bisa saja berhubungan seks dengan laki-laki lain.Oleh karena itu, laki-laki berkembang dengan kecemburuan seksual dan berusaha menjadi pengendali perempuan.(untuk mengurangi kemungkinan bahwa mereka akan mengandung anak dari pria lain).
5.    Evolutionary pressures in mate selection
Pada masa lalu kemampuan perempuan untuk mendapatkan makanan sangat terbatas. Seperti ketika mereka sedang hamil, oleh karena itu mereka membutuhkan pasangan hidup (laki-laki) untuk membantunya. Jadi, menurut teori evolusi laki-laki berperan untuk mencari perempuan. Dan perempuan berperan untuk memilih laki-laki. Biasanya perempuan lebih menyukai laki-laki yang mapan dan dapat membantunya untuk bertahan hidup.
Kritik Teori Evolusi
Apa pendapat anda mengenai perbedaan gender menurut teori evolusi? sangat tidak romantis bukan? Dan beberapa orang berpendapat sangat tidak manusiawi, pendapat lain mengatakan bahwa itu merupakan upaya pria untuk membenarkan keagresifan mereka, membenarkan pergaulan bebas dan kelalaian mereka dalam merawat anak.
Dari sisi ilmiah teori ini mendapat kritik, yang pertama  teori ini tidak seperti kebanyakan teori psikologi yang lain yang dapat diuji, teori ini tidak dapat diuji secara langsung. Kita bisa mengatakan apa saja yang menurut kita terjadi di masa pleistocene tapi kita tidak dapat menguji secara formal apa yang terjadi sebenarnya.
Teori peran sosial dalam perbedaan gender
Alternatif utama teori evolusi adalah teori peran sosial, yang menyatakan bahwa setiap masyarakat memiliki pekerjaan dan peran yang berbeda. perbedaan antara laki-laki dan perempuan merupakan hasil dari kesempatan, tantangan, pengalaman dan keterbatasan yang berbeda sehingga perannya juga berbeda.
 Yang terpenting kedua teori ini sepakat pada perbedaan gender. Seperti teori evolusi, teori peran sosial setuju bahwa beberapa perbedaan jenis kelamin biologis menyebabkan pembagian kerja antara jenis kelamin. Ribuan tahun yang lalu, realita biologis reproduksi untuk perempuan  dan keuntungannya lebih besar pada laki-laki. Dan sebagai hasilnya perempuan dan laki-laki mencari pasangan dari pada menyesuaikan stereotipe mereka masing-masing.
Dalam kesehariannya laki-laki dipandang lebih kuat secara fisik. Sehingga masyarakat menciptakan suatu pemikiran bahwa laki-laki adalah penguasa. Dan perempuan tunduk akan hal itu. Di sisi lain laki-laki berperan untuk mencari nafkah dan perempuan berperan untuk mengasuh anak.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli, didapatkan hasil bahwa diantara 37 budaya diseluruh dunia laki-laki lebih menyukai perempuan yang lebih muda dan ahli dalam hal mengurus rumah tangga (anak, dapur, dan lain-lain). Sedangkan perempuan lebih menyukai laki-laki yang lebih tua dan memiliki penghasilan yang baik.
Dan diantara 93 budaya ditemukan bahwa perempuan lebih cenderung untuk patuh. Dan laki-laki cenderung untuk bekerja seui89ama sehingga memungkinkan laki-laki untuk memiliki istri yang banyak.
Kritik Teori Peran Sosial
Bagaimana pendapatmu mengenai perbedaan gender menurut teori peran sosial? Apakah itu konsisten dengan perempuan atau laki-laki? Teori ini diartikulasikan kurang baik dari pada teori evolusi karena teori ini tidak terlalu membahas data yang cukup untuk menunjukkan beberapa perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan. Dan ada kemungkinan juga bahwa perbedaan gender yang terjadi diotak adalah hasil dari peran sosial.
Pengembangan Identitas Gender dan Peran
Walaupn laki-laki dan perempuan jauh lebih kemiripan tetapi mereka memiliki identitas dan peran sosial masing-masing sesuai dengan gender mereka. Lalu bagaimana perkembangan identitas gender kita? Proses perkembangan kita sangat kompleks dan ditangkap sangat menarik di teori psikologi. Seperti pada anak berumur 2 atau 3 tahun. Mereka menyadari bahwa mereka adalah seorang laki-laki atau perempuan. Sehingga yang laki-laki terlihat lebih maskulin dengan mainannya seperti mobil-mobilan. Dan perempuan akan terlihat lebih feminin dengan mainannya seperti boneka.
Psychoanalytic Theory of Gender Identity
Sigmund Freud mengemukakan bahwa anak akan mengikuti atau mengidentifikasi orang tua yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Mereka mengadopsi peran gender dan bertindak sama seperti ibu atau ayah karena dua alasan. Pertama, Freud percaya bahwa anak-anak takut dengan orang tua mereka. Salah satu cara untuk menghindari masalah dengan orang tua sesama jenis adalah untuk mengadopsi perilaku orang tua tersebut. Alasan kedua,.mereka mengadopsi identitas gender dari orang tua sesama jenis untuk menarik perhatian orangtua dengan jenis kelamin yang lain
Social Learning Theory of Gender Identity
   Albert Bandura menyatakan bahwa anak anak mempelajari prilaku yang sesuai dengan gender mereka melalu pengamatan dari orang dewasa atau saudara mereka dan melalui reinforcement dan punisment.
Teori sosial learning  mengatakan bahwa peran gender tidak bagian dari bawaan biologi kita namun merupakan pembelajaran dari sosial.


This entry was posted in

Leave a Reply

    This Is About Me

    Hi, Aku Pida Kesempurnaan adalah satu konsep yang tidak ada tolak ukurnya. Gak guna berusaha menjadi sempurna, berusahalah mengenali dirimu untuk kemudian melakukan apapun yang diinginkannya. You are perfect when you be you