Pondasi Perkembangan Psikososial Sepanjang Tiga Tahun
Pertama
a. Emosi
Semua manusia normal memiliki kemampuan untuk
merasakan emosi, akan tetapi orang akan berbeda-beda. Hal ini karena banyak
faktor yang mempengaruhinya, misalnya saja tergantung pada seberapa sering
individu tersebut mengalami peristiwa yang menghasilkan emosi, budaya. Emosi
sangat erat kaitannya dengan aspek perkembangan yang lain pada anak, misalnya
bayi baru lahir yang diacuhkan secara emosional ( tidak dipeluk,disayang atau
tak diajak bicara) akan menunjukkan kegagalan tumbuh nonorganik, yaitu kegagalan
untuk tumbuh dan mendapatkan berat badan yang semestinya meskipin diberi
nutrisi yang baik. Tanda emosi pertama pada anak adalah menangis, tertawa dan
tersenyum.
b. Temperamen
Temperamen
kadang didefinisikan sebagai karakteristik seseorang, cara mendasar biologis
untuk mendekati dan bereaksi terhadap orang dan situasi.
Tiga
pola temperamental pada anak :
1. Easy
children
Ciri-cirinya adalah sebagai
berikut :
·
Memiliki perasaan dengan intensitas lembut
hingga moderat, biasanya positif
·
Merespon segala sesuatu yang baru dengan baik
·
Mengembangkan jadwal tidur dan makan reguler
dengan cepat
·
Mudah menerima makanan baru
·
Tersenyum kepada orang asing
·
Beradaptasi dengan mudah terhadap situasi baru
·
Menerima perasaan sedikit frustasi dengan
sedikit pertengkaran
2. Difficult
Children
Ciri-cirinya sebagai berikut :
·
Sering dan intens menunjukkan perasaan negatif,
menangis dengan suara keras atau tertawa dengan suara keras.
·
Kurang baik dalam merespon sesuatu yang baru
·
Makan dan tidur tidak teratur
·
Lambat dalam menerima makanan baru
·
Curiga terhadap orang asing
·
Bereaksi marah pada saat frustasi
3. slow to
Warm Up Children
ciri-cirinya adalah sebagai
berikut :
·
memiliki reaksi dengan intensitas ringan, baik
positif maupun negatif
·
merespon sesuatu yang baru dengan lambat
·
makan dan tidur sedang, tidak terlalu teratur
·
menunjukkan respon negatif pada awal pertemuan
·
suka pada perubahan baru saat telah ditunjukkan
berulang dan tanpa paksaan
Pokok-pokok
Perkembangan Psikososial pada Anak
Perkembangan
psikososial anak mulai lahir hingga berusia 36 bulan atau tiga tahun menurut
Diane E. Papalia Dkk yang diadopsi dari sroufe, 1979 adalah sebagai berikut :
1. ± 0-3
bulan
Bayi
membuka diri terhadap rangsangan, mereka mulai menunjukkan ketertarikan dan
keingintahuan dan mereka mulai tersenyum kepada orang-orang
2. ±3-6
bulan
Bayi
dapat mengantisipasi terhadap apa yang akan terjadi dan merasakan kekecewaan
jika hal tersebut tidak terjadi. Mereka menunjukkan kekecewaan ini dengan
menjadi marah atau waspada. Mereka lebih kerap tertawa, berceloteh, dan tersenyum
lebih sering. Saat ini adalah waktu terbangunnya perasaan sosial dan pertukaran resiprokal
awal antara bayi dan pengasuh.
3. ± 6-9
bulan
Bayi
bermain permainan sosial dan mencoba untuk mendapatkan respon dari orang lain.
Mereka mulai menyentuh dan membujuk bayi lain untu merespon mereka. Mereka
mengekspresikan emosi mereka dengan lebih banyak, marah, gembira, takut, dan
terkejut.
4. ± 9-12
bulan
Seorang
bayi yang amat sangat disibukkan oleh pengasuh utamanya mungkin akan menjadi
takut terhadap orang asing, lemah bertindak dalam situasi baru. Pada usia satu
tahun ini mereka akan menunjukkan lebih jelas emosi mereka dengan perasaan ,
ambivalensi, dan gradasi perasaan.
5. ± 12-18
bulan
Toddler
mengeksplorasi lingkungannya dengan menggunakan orang-orang tempat mereka
paling banyak mengikatkan diri sebagai landasan pengaman. Setelah mereka
menguasai lingkungannya, maka mereka akan
semakin percaya diri dan lebih semangat untuk menilai diri mwrwka
sendiri.
6. ± 18-36
bulan
Terkadang
Toddler menjadi kebingungan karena saat ini mereka makin sadar bahwa dirinya
terpisah dari pengasuhnya. Mereka mengatasi kesadaran atas keterbatasan m
ereka., dapat bermain dan berfantasi dengan mengidentifikasikannya kepada orang
dewasa.
Perkembangan
Pada Masa Bayi Kedua ( Toddlerhood)
Pada
masa kelahiran sampai 15 bulan merupakan
proses kemunculan I self. I self diyakini merupakan aspek diri yang
pertama muncul. Pada usia ini bayi mulai menguraikan pola konsisten yang membenntuk
konsep dasar diri dan yang lain. Tergantung pada jenis pengasuhan yang di
berikan dan yang direspon oleh bayi, emosi yang menyenangkan dan tidak
menyenangkan terhubung dengan pengalaman sensori motor seperti menghisap yang memainkan bagian yang
penting dalam pertumbuhan organisasi diri.
Antara
4 sampai 10 bulan, ketika bayi belajar untuk meraih, menggenggam, dan melakukan
sesuatu mereka mungkin mulai menggunakan perasaan.
Antara
10 dan 15 bulan seorang bayi mulai menyadari bahwa pengalaman subjektif mereka,
perhatian, hasrat, dan kondisi afektif mereka dapat dibagi dengan orang lain.
Pada
masa 15 sampai 30 bulan merupakan proses kemunculan Me-self ( kesadaran diri).
Riset membuktikan bahwa anak pada usia 4 sampai 9 bulan lebih tertarik untuk
memperhatikan orang lain. Anak usia 15sampai 18 bulan anak mulai tertarik pada
dirinya sendiri namun saat adanya satu hal yang menarik yang diciptakan pada
diri mereka. Seperti mengoleskan lipstik pada hidung mereka. Sedangkan anak
pada usia 20 sampai 24 bulan anak mulai
memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri. Misalnya saja besar, cantik,
rambut lurus dan lain sebagainya. Hal ini lebih jelas terlihat pada anak usia
24 sampai 30 bulan dimana kemampuan representional dan kosakata anak mulai
berkembang.
Perkembangan otonomi
Menurut teori erikson , otonomi versus
perasaan malu dan ragu. Pada masa ini anak menerima keseimbangan antara
menentukan kontrol diri sendiri dan kontrol orang lain yang berada di
sekitarnya. Toddler membutuhkan bantuan orang dewasa untuk menentukan
batasan-batasnan yang pas serta rasa
malu dan rasa ragu akan membantu mereka
mengenali kebutuhan akan batasan-batasan. Toddler terdorong untuk mencoba ide mereka sendiri,
melaksanakan pikiran mereka sendiri, dan membuat keputusan mereka sendiri.
Anak-Anak dari Orang tua yang Bekerja
Penelitian
NLSY membuktikan bahwa untuk ibu yang
bekerja pada masa awal bayi mempengaruhi kepatuhan , kepercayaan diri,
perkembangan kognitif, masalah perilaku, atau prestasi akademik anak.




