Mimpi dan Motivasi
Oleh :
Rapidah Marpaung
Pernahkah
anda bermimpi takut untuk mencoba dan akhirnya tertinggal dari teman anda? Dan ketika bangun anda merasa sedih dan
mencoba mencari tau apa arti dari mimpi anda tersebut. Dan hingga akhirnya anda
terperangkap dalam tanda tanya besar tentang mimpi anda tersebut.
Sejak
zaman dahulu kala, manusia melekatkan 4 hal penting, yaitu sejarah, pribadi,
agama dan mimpi. Sigmun Freud, tokoh psikoseksual dalam psikologi percaya bahwa
mimpi melambangkan hasrat ketidaksadaran kita. Saat kita menginginkan sesuatu
di alam kehidupan kita yang namun pada akhirnya tidak mungkin terjadi maka kita
akan menanamnya ke alam bawah sadar kita, dan kadang itu muncul lewat mimpi.
Dan dengan menganalis simbol-simbol tertentu yang ada di mimpi kita maka kita
akan memahami hasrat apa yang belum dapat kita penuhi. Namun, oleh karena mimpi
tidak sepenuhnya bisa kita ingat atau bahkan kita tidak ingat maka sulit sekali
untuk mengungkap misteri mimpi itu sendiri.
Teori
yang terkenal yang mencoba membahas terkait dengan mimpi dalam dunia psikologi
adalah teori kognitif dan teori aktivasi-sintesis
A. Teori
kognitif mimpi
Teori
ini mengajukan bahwa mimpi dapat dipahami dengan menerapkan konsep-konsep yang
sama dengan meneliti pikiran ketika dalam keadaan sadar. Bermimpi melibatkan
imformasi, ingatan, dan pemecahan masalah.
Menurut
teori kognitif mimpi merupakan tempat kita memecahkan masalah dan berpikir
kreatif.
Kritik
terhadap teori ini terletak pada kemampuan untuk menyelesaikan masalah ketika
tidur dan kurang dalam unsur peran struktur otak dan aktivitas dalam mimpi.
B. Teori
aktivasi-sintesis
Teori
ini menyatakan bahwa mimpi terjadi ketika korteks serebrum mensintesiskan
sinyal-sinyal saraf yang dihasilkan oleh aktivasi di bagian otak yang lebih
rendah.
Menurut
pandangan teori ini mimpi merefleksikan usaha otak untuk memahami
aktivitas saraf yang terjadi saat tidur.
Ketika terbangun kandungan pengalaman sadar kita cenderung dikendalikan oleh
berbagai rangsangan eksternal yang akhirnya menimbulkan perilaku tertentu.
Pada
saat tidur menurut teori ni pengalaman sadar dikendalikan oleh rsangsangan ynag
dihasilkan secara internal ynag mengakibatkan ketidakjelasan.
Bila
anda pernah bermimpi berjalan-jalan ke hutan namun secara tiba-tiba mimpi bergerak
menjadi anda sedang tidur di kasur hotel, bergerak dan bergerak lagi, Freud
mengatakan bahwa itu merupakan satu cara
mimpi untuk menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan serta tabu. Namun teori
aktivasi-sintesis mengatakan bahwa itu merupakan siklus normal dari aktivasi
saraf. Dengan kadar neurotransmiter yang
naik turun semasa tahapan-tahapan tidur, lansekap mimpi yang baru muncul.
Kritik
yang diberikan pada teori ini adalah batang otak bukanlah satu-satunya titik
awal untuk aktivitas saraf dari mimpi, dan bahwa pengalaman hidup merangsang
danmembentuk mimpi lebih dari yang dinyatakan oleh teori aktivasi-sintesis.
Apapun teori mereka mari
kita apresiasi dengan tanpa mengabaikannya. Yang menjadi fokus saya di sini
adalah mimpi memiliki motivasi tersendiri. Saat anda bermimpi satu hal yang
menyenangkan maka akan berdampak ketika anda terjaga. Secara otomatis anda akan
terdorong untuk mengaplikasikan apa yang anda mimpikan ketika anda tidur. Ada
motivasi khusus yang biasanya akan
memberikan senyuman di keadaan sadar anda.
Begitu juga saat anda
bermimpi satu hal yang menyedihkan, yang menyudutkan anda, keputusasaan dan
lain sebagainya yang berbau hal yang tidak menyenangkan. Tak bisakah anda lebih
memandang pada sisi positifnya dari pada sibuk mencari arti yang sebenarnya
tidak pasti? Misalnya saat anda bermimpi
takut untuk mencoba dan akhirnya tertinggal dari teman anda apa yang anda
lakukan? Menafsirkannya dengan buku-buku ajaib anda? Hal yang paling menyenangkan
sesungguhnya saat anda bermimpi tentang
hal tesebut kemudian anda mengintrospeksi diri anda. Benarkah hal itu? Saat
anda merasa itu benar maka segeralah motivasi diri anda untuk berusaha lebih
keras dari sebelumnya. saat anda merasa itu tidak benar karena menurut anda
anda lebih dari teman anda maka waspadalah, mungkin akan datang saat dimana
akan teman anda yang lebih dari pada anda.
Saat mimpi datang dan
motivasi anda jalankan saya rasa itu akan lebih menyenangkan. J
Sekian ulasan saya semoga
memotivasi. J
Referensi: A king, laura.2012.
Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta: Salemba Humanika




